______ _ _____ ___ __ _(_) __|___ __| |___|____ | / _ \ / _` | |\ \ / _ \ / _` |__ \ |_ | \__ | | | | |_\ \ (_) | | | |__) |__| | |___/|_| |_|_|____\___/|_| |_|___/_____| [ echo|zine, volume 6 issue 19 ] Pseudorandom: Siapa yang terbaik? Brought To You By : anonymous email: anonymous/et/echo/dot/or/id URL: http://echo/dot/or/id Hari ini, 8 Agustus 2008, hari pertama dimulainya perlombaan Olimpiade yang ke-29 di Beijing, Cina. Perlombaan berskala internasional untuk membuktikan siapa olahragawan terbaik disetiap cabang olahraga. Untuk menjadi yang terbaik, setiap olahragawan yang dikirim harus mempersiapkan diri dengan baik dengan latihan yang cukup. Yang jelas, beberapa bulan sebelumnya, mereka sudah masuk karantina dan berlatih dengan intensif. Sudah dipastikan adanya tekanan dari banyak pihak agar olahragawan tersebut dapat menggondol medali emas di perlombaan Olimpiade. Medali emas tersebut memang hanyalah simbol belaka, namun pengakuan bahwa dia yang terbaik adalah yang utama. Bukan tidak mungkin sebelum bertanding, olahragawan tersebut mengalami keraguan dalam dirinya. Tercatat cukup signifikan jumlah kasus penggunaan obat-obatan yang dilarang untuk digunakan selama perlombaan berlangsung. Obat-obatan tersebut ditujukan selain untuk memberikan motivasi tambahan juga mengurangi kadar stress yang dialami. Sebagai hasil akhir, tentu yang diharapkan adalah menjadi pemenang pada perlombaan. Olimpiade dan juga perlombaan sejenis adalah bagian dari budaya dimana manusia berusaha membuktikan siapa yang terbaik. Ini merupakan hal yang alami dan sudah ada sejak dahulu kala. Keinginan untuk menjadi yang terbaik seringkali membutakan mata segelintir orang untuk mengambil jalan pintas. Hal yang sama, juga berlaku dalam kehidupan sosial para hacker. Sering kali saya mendapatkan pertanyaan tentang siapakah hacker terbaik di Indonesia ini? Harus saya akui, sulit sekali untuk menjawab pertanyaan tersebut karena tidak adanya tolok ukur yang dapat digunakan. Bahkan saya juga menemukan pertanyaan serupa di forum ECHO. Mungkin jika dilakukan survey, dapat saja muncul nama-nama individu yang dapat dikategorikan sebagai hacker terbaik. Namun perlu diingat yang menjadi patokan adalah "selera" dari mereka yang mengikuti survey. Seberapa "hebat" si hacker tersebut di mata peserta survey dan berapa banyak yang diketahui tentang si hacker tersebut. Walhasil, bukan kategori yang terbaik pada akhirnya melainkan kategori favorit. Jadi, menurut saya, akan sangat konyol jika seseorang menyerukan bahwa hacker XYZ adalah yang terbaik. Mungkin yang menjadi dasar adalah kebetulan hacker XYZ sangat ramah dan mau menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh seseorang tersebut, bahkan untuk pertanyaan konyol sekalipun. Atau, secara kebetulan hacker XYZ tersebut adalah teman satu sekolah atau kampus. Atau mungkin seseorang tersebut pernah menjadi murid dari hacker XYZ. Atau menggunakan nickname yang sama dengan hacker kelas kakap. Semuanya menjadi sangat relatif, bukan? Kembali kepada cerita tentang olahragawan yang menggunakan dopping. Hal yang sama juga berlaku di lingkungan underground. Ada yang merasa bahwa dia cukup mampu atau mungkin melebihi kemampuan hacker XYZ atau KLM atau FGH atau siapalah. Namun sampai saat ini merasa belum diakui oleh khalayak ramai sehingga muncul rasa "gregetan" dan haus akan pengakuan. Berbagai upaya ditempuh, termasuk meng-klaim dirinya adalah yang terbaik dan membandingkan dirinya dengan "kompetitor". Kemudian melakukan web defacement sebanyak mungkin dan mencantumkan nickname atau inisialnya, yang diharapkan akan dapat menjadi pembicaraan dan akhirnya masyarakat akan menilainya sebagai hacker berkelas tinggi. Dapat juga dengan mempromosikan dirinya tiada henti, bercerita panjang-lebar dan seringkali berlebihan, tentang kemampuan yang ia miliki. Tentang pengalaman kerjanya. Tentang setumpuk sertifikat, yang berhubungan dengan security dan hacking, yang ia miliki di rumah. Sudah menjadi rahasia umum, cara paling mudah untuk membuktikan seseorang adalah yang terbaik adalah... dengan menjatuhkan kompetitornya. Ini adalah resep mujarab dan selalu dapat digunakan kapan saja dan dimana saja. Tapi apakah memang harus begitu melalui cara-cara seperti itu? Saya bilang, TIDAK! Esensi dan semangat dari aktifitas hacking adalah melakukan eksplorasi terhadap suatu sistem. Eksplorasi adalah suatu hal yang akan terus berkembang seiring dengan pengetahuan yang didapat dan bagaimana memanfaatkan pengetahuan tersebut. Menurut saya, mereka [para hacker] yang dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh dari proses eksplorasinya adalah yang terbaik. Yang patut mendapat medali emas. Tenang, ada banyak medali emas yang tersedia. Mengapa? Karena hacking tidak punya batasan. Seseorang dapat berkonsentrasi penuh pada application security. Sementara yang lain dapat fokus ke telecommunication security. Dan masih banyak lagi bidang yang lainnya. Hacker dalam melakukan eksplorasinya diharapkan juga mempunyai etika. Etika yang berhubungan dengan aturan normatif dikehidupan sosial harus ditegakkan. Bahkan dalam kehidupan sehari-haripun ada sekolah yang khusus, dimana kita dapat mempelajari etika. Dan setelah selesai dari sekolah tersebut, akan dikeluarkanlah sebuah sertifikat tanda kelulusan yang menyatakan bahwa kita telah belajar tentang etika dan TIDAK menyatakan bahwa kita punya etika yang baik. Percaya atau tidak. Mereka [para hacker] yang terbaik adalah mereka yang menyadari dan mensyukuri bahwa pengetahuan yang mereka dapat bermanfaat bagi orang lain. Hacker terbaik bukanlah dewa, terlebih dewa petir. anonymous sick & lazy editor-in-chief *- $e19dot002dottxt - echo|zine - issue#19 - 080808 -*